Blog

  • Polda Jateng Siapkan Layanan Mudik Terpadu Berbasis AI pada Operasi Ketupat 2026

    Semarang – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Polda Jawa Tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Melalui konsep pelayanan bertajuk Safety and Hospitality, Polda Jateng menghadirkan Travel Assistance Corridor (TAC), sistem pengamanan dan pelayanan mudik terpadu yang terhubung dengan dashboard monitoring center secara real-time.

    Kapolda Jawa Tengah Irjen. Pol Ribut Hari Wibowo, S.H., S.I.K. mengatakan TAC menjadi pusat integrasi berbagai layanan mudik, mulai dari pemantauan arus lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat di lapangan.

    “Melalui TAC, kondisi arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat dapat dipantau secara real-time sehingga kami dapat memastikan perjalanan masyarakat yang melintas di Jawa Tengah berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.

    Sejumlah inovasi pelayanan disiapkan melalui sistem tersebut, di antaranya program Valet and Ride yang menyediakan layanan pengangkutan sepeda motor pemudik menggunakan kendaraan khusus dari Brebes menuju Semarang, sehingga pemudik dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus dengan lebih aman.

    Selain itu, Polda Jateng juga menghadirkan One Stop Service di berbagai Posko Pelayanan Mudik yang menyediakan layanan kesehatan, tempat istirahat, informasi perjalanan hingga pelayanan kepolisian dalam satu lokasi.

    Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi perjalanan, Polda Jateng juga menghadirkan Chat Sipolan (Sistem Informasi Polantas Polda Jateng), layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses melalui WhatsApp selama 24 jam. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lalu lintas, jalur alternatif, lokasi rest area, pos pelayanan, hingga kontak darurat yang terintegrasi dengan Call Center 110 Polri.

    Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Pol Jhonny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P menyatakan inovasi pelayanan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin modern dan responsif.

    “Inovasi seperti Travel Assistance Corridor hingga Chat Sipolan berbasis AI menunjukkan komitmen Polri untuk menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan adaptif sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi perjalanan secara cepat dan akurat,” kata Kadiv Humas Polri.

    Polri berharap berbagai inovasi pelayanan tersebut dapat mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026 serta memberikan pengalaman mudik yang aman, tertib, dan nyaman serta menjadikan mudik aman, keluarga bahagia bagi masyarakat.

  • Polisi Usut Kasus Dugaan Penyerangan di Kafe Kemang Jaksel

    Polres Metro Jakarta Selatan tengah mendalami kasus dugaan penyerangan terhadap karyawan dan pengunjung kafe di kawasan Kemang.

    Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih mengatakan penyelidik hingga masih melakukan pendalaman. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesegera mungkin.

    Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin (16/2/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di sebuah kafe di Kemang, Jakarta Selatan.

    “Salah satunya adalah kami yang menjadi korban pemukulan,” ungkapnya.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, termasuk kepala, badan, dan kaki hingga mengeluarkan darah. Selain itu, sejumlah fasilitas kafe dilaporkan mengalami kerusakan.

    Para korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan dan melampirkan hasil visum sebagai bukti pendukung.

    “Kita sudah melapor dan ada bukti visumnya agar segera bisa ditindaklanjuti dan pelaku tersebut bisa cepat ditangkap dan mendapat hukumannya,” tegas Anggun.

  • Polsek Pesanggrahan menggelar press release terkait pengungkapan kasus perang sarung yang melibatkan sekelompok anak di wilayah Petukangan Utara, Jakarta Selatan

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi Humas Kompol Murodih, didampingi Kanit Reskrim Iptu Siswanto bersama jajaran serta Kasatlak Kecamatan Pesanggrahan. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan di bawah pimpinan Kompol. Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR, CBA.

    Peristiwa terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Kavling Cermai Raya, Petukangan Utara. Dua kelompok anak yang sebelumnya janjian melalui media sosial terlibat perang sarung setelah salah satu kelompok melempar petasan hingga memicu perkelahian. Personel Polsek Pesanggrahan kemudian mengamankan 14 anak serta barang bukti berupa satu kain sarung hitam dan lima unit handphone.

    Dalam proses penyelesaian perkara, kepolisian mengedepankan pendekatan pembinaan dan pendampingan terhadap anak-anak yang terlibat dengan tetap melibatkan peran orang tua.

    Melalui kegiatan ini, kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial. Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.

  • Polres Jaksel Ungkap Lab Ganja Rumahan, Pasutri Konten Kreator Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap praktik produksi narkotika jenis ganja berskala rumahan pada Minggu  8 Februari 2026.

    Operasi tersebut dilakukan di sebuah hunian yang terletak di Cluster Scandi 9, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel.

    Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, mengungkapkan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari keresahan masyarakat mengenai adanya dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Cluster Scandi 9.

    Sehingga, lanjut Putu, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Metro Jaksel segera melakukan penyelidikan mendalam di lokasi tersebut.

    “Sekitar pukul 11.00 WIB, petugas melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan dua orang tersangka, yakni A W (45) dan LPS (36),” ungkapnya kepada wartawan, Jaksel, Rabu 11 Februari 2026.

    Putu menyampaikan, hasil penggeledahan di dalam rumah mengungkap fakta mengejutkan, yaitu tersangka tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga mengoperasikan laboratorium gelap (clandestine laboratory) untuk memproduksi turunan narkotika jenis ganja.

    “Dari hasil olah TKP, petugas menyita puluhan item barang bukti yang dikategorikan ke dalam dua kelompok besar,” ujarnya.

    pertama adalah Narkotika. Satres Narkoba berhasil mengamankan sebanyak 35 paket ganja dalam berbagai ukuran berat, serbuk sari ganja dan 6 buah suntikan berisi liquid ganja.

    “Total berat bruto narkotika yang diamankan mencapai 6.031 gram atau 6 kilogram lebih,”

    Sedangkan kelompok kedua yakni peralatan produksi dan laboratorium. . Satres Narkoba berhasil mengamankan alat ekstraksi canggih seperti Herbal Infuser, Botanical Extractor dan berbagai merk Vaporizer (Storz & Bickel, Pathfinder dan lain-lain).

    Kemudian juga mengamankan sarana budidaya berupa dua unit Grow Tent (tenda tanam) ukuran besar dan kecil, alat pengukur pH air, grinder dan alat pengemasan berupa dua unit vacuum sealer serta alkohol sebagai bahan penunjang produksi.

    “Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan,” ungkapnya.

  • Patroli Dialogis Samapta Polsek Tebet Sambangi Warga di Permukiman Tebet Timur Dalam V

    Personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi warga di kawasan permukiman Tebet Timur Dalam V, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026) pukul 12.45 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Priyantono bersama Aiptu I Putu Ariana sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan permukiman.

    Dalam kegiatan patroli tersebut, personel memberikan imbauan kamtibmas kepada warga dan petugas keamanan lingkungan agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti rumah kosong yang ditinggal mudik (rumsong), pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor. Petugas juga mengingatkan bahwa menjelang perayaan Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan potensi tindak kriminalitas sehingga masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan saling menjaga lingkungan.

    Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum seperti tawuran. Pada kesempatan tersebut, personel turut menyosialisasikan layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat apabila membutuhkan bantuan atau kehadiran pihak kepolisian.

    Selama kegiatan patroli dialogis berlangsung, situasi di wilayah tersebut terpantau dalam keadaan aman dan kondusif.

  • Patroli Dialogis Samapta Polsek Tebet Berikan Imbauan Kamtibmas kepada Pengunjung Taman Lalu Lintas Tebet Timur

    Jakarta Selatan – Personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli dialogis di kawasan Taman Lalu Lintas Jalan Tebet Timur Raya, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026) pukul 10.55 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Priyantono bersama Aiptu I Putu Ariana dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Tebet.

    Dalam patroli tersebut, personel Unit 81 menyambangi para pengunjung Taman ECO Park dan menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat lebih berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor. Petugas juga mengingatkan bahwa menjelang perayaan Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat yang berpotensi diikuti dengan meningkatnya tindak kriminalitas.

    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum seperti tawuran. Dalam kesempatan tersebut, personel turut menyosialisasikan layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat apabila membutuhkan bantuan atau kehadiran pihak kepolisian.

    Selama kegiatan patroli dialogis berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau dalam keadaan aman dan kondusif.

  • Kadivhumas Polri Tekankan Peran Humas dalam Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

    Polri menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas dalam rangka Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk kesiapan dalam mendukung pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh jajaran Humas Polri siap mengawal, menyertai, dan menyampaikan informasi terkait pelaksanaan operasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan transparan.

    Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa peran Humas Polri sangat penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan terpercaya selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

    “Melalui apel kesiapan ini, kami menegaskan kembali pentingnya peran Humas Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026. Hal ini juga dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta berbagai layanan yang disiapkan oleh Polri dan stakeholder terkait,” ujar Kadivhumas.

    Adapun potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari total populasi nasional dengan menggunakan berbagai moda transportasi.

    Dalam rangka mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Polri bersama TNI serta stakeholder terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 389.681 personel gabungan di seluruh Indonesia.

    Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, telah disiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis guna memberikan pelayanan serta rasa aman kepada masyarakat selama perjalanan mudik maupun saat perayaan Idul Fitri.

    Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.544 objek pengamanan yang meliputi 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara, termasuk berbagai titik keramaian masyarakat lainnya.

    Polri juga menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas seperti penerapan contraflow dan sistem one way yang akan diberlakukan secara situasional berdasarkan hasil traffic counting di lapangan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik.

    Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 dan 28 Maret 2026.

    Selain pengamanan arus lalu lintas, Polri juga akan meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas serta melakukan pengamanan rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Layanan hotline Polri 110 juga dioptimalkan agar masyarakat dapat dengan cepat melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Kadivhumas Polri juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

    “Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini yaitu Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Johnny Eddizon Isir.

  • Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Luncurkan Program FKPMS di 11 Sekolah

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, pihak sekolah, serta para pelajar, sebagai bentuk sinergi bersama guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan sekolah.

    Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Launching FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya juga menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta, sehingga perlindungan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu.

    “Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat. Kapolda Metro Jaya juga menekankan pentingnya peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan FKPMS di wilayah Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat diperluas dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

    “Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. Polda Metro Jaya akan terus mendukung langkah-langkah preventif dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Launching FKPMS diharapkan menjadi awal dari kerja bersama yang lebih nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berkelanjutan. Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling dan penyelesaian masalah, serta keterlibatan aktif seluruh unsur terkait. Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat dan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

  • Kakorlantas Hadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga, Kolaborasi dan Sinergitas Kunci Keberhasilan

    Jakarta- Bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menghadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 di TMII, Selasa (10/3). Apel ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan balik dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

    Hadir dalam kegiatan, Kementerian Pekerja Umum Wilan Octavian Direktur Utama PT. Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dan Direktur Utama PT. Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.

    Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa berbagai pihak telah menyiapkan diri untuk mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran tahun ini dengan sinergi antarinstansi yang telah dibangun sejak awal.

    “Semua kesiapan dalam rangka Operasi Ketupat, baik dari stakeholder, sinergitas, baik dari Kementerian Perhubungan, dari Kementerian PUPR, semua menteri Kabinet Merah Putih Dirut Jasa Marga, Jasa Raharja, dan seluruhnya sudah siap,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.,

    Apel terpadu yang digelar bersama jajaran Jasa Marga menjadi penanda bahwa seluruh unsur yang terlibat telah berada dalam kondisi siaga. Ia menilai keberhasilan pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan tahun ini.

    “Pagi ini kita melaksanakan apel terpadu Jasa Marga Siaga, tentunya ini menandakan bahwa kita semuanya sudah siap. Suksesi pengamanan Operasi Ketupat 2025 tahun lalu cukup bagus, tetapi tahun ini tentunya harus kita tingkatkan,” tambah Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.,

    Kakorlantas juga mengapresiasi Apel Terpadu Siaga yang dilaksanakan Jasa Marga. Hal ini menjadi bagian dari kesiapan stakeholder dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat 2026.

    “Saya sebagai pihak yang mewakili Bapak Kapolri, tentunya menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa, terutama Jasa Marga yang saat ini mempersiapkan apel terpadu,” jelas Kakorlantas Polri.

    Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul fitri.

    “Operasi Ketupat tahun 2026 adalah operasi kemanusiaan, bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya kita mengamankan arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat tahun ini, negara hadir bersama untuk bisa menjamin momen sosial dan spiritual, menjaga rangkaian kegiatan masyarakat dari bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri,” tegas Kakorlantas Polri.

    Kunci keberhasilan Operasi Ketupat adalah kolaborasi bersama, Kakorlantas yakin dengan sinergitas kebersamaan dapat mensukseskan kelancaran arus mudik lebaran Idul fitri.

    “Kami yakin kata kunci dari keberhasilan Operasi Ketupat 2026 adalah kolaborasi, sinergitas, dan tentunya kebersamaan di lapangan. Together we can, bersama kita kuat, dan bersama kita berhasil,” pungkas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.,

  • DUKUNG GERAKAN ASRI PRESIDEN PRABOWO, KAPOLDA METRO JAYA DAN PARA MENTERI TURUN GUNUNG BERSIHKAN PASAR KRAMAT JATI

    JAKARTA – Aksi nyata ditunjukkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan publik. Bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih, orang nomor satu di Polda Metro Jaya ini turun langsung melakukan aksi korve atau bersih-bersih di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI. Hadir di lokasi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq serta Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang bersama-sama Kapolda Metro Jaya menyusuri setiap sudut pasar guna memungut sampah dan membersihkan area yang menjadi pusat ekonomi rakyat tersebut.

    Langkah kolaboratif ini merupakan tindak lanjut nyata dari Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ini, Polri menunjukkan komitmennya bahwa menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) harus berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan yang bersih dan asri demi kesejahteraan warga.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kehadiran Kapolda dan ratusan personel kepolisian dalam aksi ini adalah bentuk dukungan total terhadap visi Presiden dalam menciptakan ruang publik yang manusiawi. Ia menegaskan bahwa Polri siap menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan pentingnya lingkungan yang tertata.

    “Kegiatan ini adalah pengejawantahan dari Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo. Bapak Kapolda Metro Jaya menginstruksikan seluruh jajaran untuk hadir memastikan lingkungan publik tidak hanya aman secara fisik, tapi juga sehat dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat. Kita mulai dari pasar tradisional sebagai jantung ekonomi rakyat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya di lokasi kegiatan.

    Sebanyak 823 personel gabungan dikerahkan untuk menyukseskan aksi ini. Kekuatan tersebut terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Satbrimob, Direktorat Samapta, Polres jajaran, TNI, Satpol PP, hingga jajaran Sudin Lingkungan Hidup dan PPSU yang bahu-membahu bersama masyarakat sekitar. Sinergi ini membuktikan bahwa semangat gotong royong adalah kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang ideal.

    Aksi korve massal ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme. Dukungan pengamanan ketat dari jajaran Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas jual beli warga. Upaya berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa Polda Metro Jaya siap mengawal setiap kebijakan strategis Pemerintah Pusat demi kepentingan masyarakat luas.