Kategori: Uncategorized

  • Sat ResNarkoba Polres Metro Jaksel Tangkap 2 Penjual Obat Keras Berkedok Toko Kelontong

    Jakarta Selatan – Polisi menangkap dua penjual obat keras berinisial WA dan M di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebanyak 28.243 butir obat keras disita.

    Kronologinya, pada Jumat (13/3/2026) pukul 21.00 WIB. Mulanya, Tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya toko yang menjual ataupun mengedarkan obat keras di wilayah Kecamatan Jagakarsa, yaitu di Jalan ataupun di Jalan Papaya, Jalan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    “Dan di sana kita bisa menangkap dua orang tersangka yang diduga penjaga toko yang berinisial WA dan M,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Metro Jaksel AKBP Prasetyo Nugroho dalam jumpa pers di Polres Jaksel, Minggu (15/3).

    Didapati obat keras daftar G dengan jumlah 3.095 butir. Saat dikembangkan, polisi mendatangi kos-kosan ataupun kontrakan yang berada di Jalan Belimbing, Jagakarsa, Jaksel.

    “Dan di situ ditemukan beberapa jenis obat keras dengan jumlah kurang lebih 25.148 butir. Dari keterangan penjaga toko, yaitu WA, obat-obat ini dijual dengan harga kisaran Rp 5.000 sampai Rp 40 ribu dengan mendapat keuntungan per harinya kurang lebih Rp 200 ribu,” ucapnya.

    Berdasarkan keterangan pelaku, obat ini berasal dari A, yang disinyalir merupakan pemilik dari obat tersebut sekaligus pemilik warung tersebut. A saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Modusnya, pelaku menjual obat terlarang dengan berkedok toko ponsel hingga toko kelontong. Keduanya sudah menjalankan aksi selama 1 tahun.

    “Pertama ada yang menjual toko ponsel terus toko kelontong kemudian toko-toko ini obat-obatnya disisipi di toko-toko tersebut secara ilegal secara tersembunyi. Ini kedua pelaku yang kami integrasi baru setahun, baru setahun mereka menjaga toko di toko ini,” tuturnya.

    Adapun barang bukti berhasil diamankan berupa 37 butir Psikotropika, 100 butir Trihexyphenidyl 2 mg, 2.380 butir Hexymer, 60 butir Tramadol, 18 butir Double Y. Kemudian 8.355 berbagai jenis obat daftar G di TKP kedua dengan total 28.243 butir.

    Imbas perbuatannya, kedua pelaku dikenai Pasal 435 subsider 436 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam lampiran 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika sebagaimana telah diubah dalam lampiran 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

  • Bhabinkamtibmas Tebet Barat Pasang Stiker Call Center 110 dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

    Dalam rangka meningkatkan pelayanan serta mempererat kedekatan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tebet Barat, Aipda Samsul Mustofa, melaksanakan kegiatan sambang warga sekaligus pemasangan stiker Call Center Kepolisian 110 di Pos RW 02 Tebet Barat.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 23.30 WIB di Jl. Tebet Barat II E RT 03 RW 02, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

    Pada kesempatan tersebut, Aipda Samsul Mustofa melakukan pemasangan stiker Call Center 110 di lokasi yang mudah terlihat oleh masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga dapat dengan cepat menghubungi pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan ataupun ingin melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan sejumlah himbauan kamtibmas kepada warga agar bersama-sama menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif. Warga diimbau untuk selalu menjaga keamanan lingkungan serta ikut membantu tugas kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman.

    Dalam himbauannya, masyarakat juga diminta untuk selalu tertib dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar. Bhabinkamtibmas turut mensosialisasikan langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan 3C yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

    Aipda Samsul Mustofa juga mengingatkan warga yang menggunakan sepeda motor agar selalu menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan guna mencegah terjadinya pencurian. Selain itu, para orang tua diminta untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, khususnya remaja, dengan memastikan maksimal pukul 22.00 WIB membutuhkan bantuan kepolisian.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Laksanakan Patroli Dialogis Sambangi Perbankan di Tebet Barat

    Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli mobile sekaligus patroli dialogis di wilayah hukum Polsek Tebet, Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Briptu Ari Setyadi S dengan menyambangi area perbankan di Jl. Tebet Barat IX, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, Briptu Ari Setyadi S melakukan patroli dialogis dengan petugas keamanan (security) Bank Mandiri serta masyarakat di sekitar lokasi. Patroli ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan perbankan dan sekitarnya.

    Selain melakukan pemantauan situasi, personel Samapta juga memberikan himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan dan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

    Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk

    Dengan adanya kegiatan patroli rutin ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga kegiatan patroli selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Tebet Barat terpantau aman dan kondusi

  • Personel Samapta Polsek Tebet Laksanakan Patroli Dialogis Sambangi Perbankan di Tebet Barat

    Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli mobile sekaligus patroli dialogis di wilayah hukum Polsek Tebet, Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Briptu Ari Setyadi S dengan menyambangi area perbankan di Jl. Tebet Barat IX, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, Briptu Ari Setyadi S melakukan patroli dialogis dengan petugas keamanan (security) Bank Mandiri serta masyarakat di sekitar lokasi. Patroli ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan perbankan dan sekitarnya.

    Selain melakukan pemantauan situasi, personel Samapta juga memberikan himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan dan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

    Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk

    Dengan adanya kegiatan patroli rutin ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga kegiatan patroli selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Tebet Barat terpantau aman dan kondusif.

  • Momen Mahasiswa dan Polisi Sholat Berjamaah di Depan Mabes Polri saat Aksi Unjuk Rasa

    Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (Uhamka) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan berlangsung aman dan damai, pada Kamis (12/3/2026).

    Setelah menyampaikan aspirasi melalui orasi, para mahasiswa menghentikan sementara kegiatan aksi untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah di lokasi.

    Namun menariknya, sholat tersebut juga diikuti oleh sejumlah anggota Polri yang sedang bertugas melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.

    Sejumlah mahasiswa dan anggota kepolisian tampak berdiri dalam satu shaf melaksanakan sholat berjamaah di tepi jalan depan Mabes Polri. Momen tersebut menjadi gambaran suasana yang kondusif di tengah kegiatan penyampaian aspirasi.

    Sebelumnya, mahasiswa Uhamka menggelar aksi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan dan aspirasi kepada pihak kepolisian.

    Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat guna memastikan kegiatan berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

  • Satgas Pangan Soroti Harga Ayam di Rawamangun dan RPH Pulogadung

    Jakarta – Polda Metro Jaya dalam hal ini melalui Satgas SABER bersama stakehoder terkait menyoroti tingginya harga ayam di Pasar Rawamangun yang tembus Rp 45 ribu per kilogram. Temuan itu didapat saat Satgas SABER bersama unsur kementerian dan lembaga terkait turun langsung ke lapangan untuk memantau harga bahan pokok dari pasar hingga rumah potong hewan unggas (RPHU), Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan pengecekkan dan sidak dihadiri langsung Bapak Dr. I Gusti Ketut Astawa Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan BAPANAS RI, Dr. Ir. Budi Waryanto Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Humas BAPANAS RI, Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh Ardila Amry, bersama IPTU Sindhu Satria dari Satgas SABER Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. AKBP Dr. Muh Ardila Amry menegaskan pihaknya bersama stakeholder akan terus melakukan pengawasan bersama para pemangku kepentingan agar harga pangan tetap terkendali. “Kami dari Polda Metro Jaya terus melakukan pengawasan bersama stakeholder terkait, baik di tingkat pasar tradisional, distributor, maupun produsen. Langkah ini merupakan bentuk pendampingan agar stabilisasi harga tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan harga bahan pokok yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya.

    Dari hasil penelusuran di Pasar Rawamangun, pedagang menyebut tingginya harga ayam dipengaruhi mahalnya pasokan dari hulu. Saat tim bergerak ke RPH Pulogadung, ditemukan ayam hidup dijual sekitar Rp 32 ribu per kilogram, padahal harga livebird dinilai seharusnya berada di kisaran Rp 25 ribu per kilogram. Kondisi itu dinilai berdampak langsung pada harga karkas di tingkat hilir.

    AKBP Ardila menjelaskan, jajaran Satgas Pangan Daerah Polda Metro Jaya selama ini rutin melakukan pengecekan harga di hampir 50 titik pasar tradisional. Namun di lapangan, petugas masih menemukan banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga penindakan administratif tidak selalu mudah dilakukan. “Kalau ditemukan pedagang menjual di atas HET atau HAP, tentu kami lakukan teguran. Namun karena banyak yang belum memiliki NIB, maka kami berkolaborasi dengan PD Pasar agar bisa dilakukan langkah administratif, termasuk rekomendasi terhadap izin kios maupun lapak,” katanya.

    Selain pengawasan langsung, Polda Metro Jaya juga memasang tabel harga bapokting dan stiker peringatan di lapak pedagang yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Menurut Ardila, langkah itu penting agar konsumen mengetahui harga acuan resmi yang ditetapkan pemerintah sekaligus menjadi bentuk peringatan bagi pedagang agar tidak menjual di atas batas yang ditentukan.

    Sementara itu, Satgas Pangan juga melakukan sidak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan menilai RPH Pulogadung perlu mendapat teguran karena harga yang dilepas ke pasar dinilai terlalu tinggi. Padahal, sebagai unit yang berada di bawah Perumda Dharma Jaya, RPH tersebut diharapkan menjalankan fungsi sosial untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga, bukan justru memicu kenaikan di tingkat pasar. Dari sisi teknis, perwakilan Kementerian Pertanian juga menyoroti bahwa RPHU seharusnya menghasilkan daging ayam dalam bentuk karkas yang aman, sehat, utuh, dan halal, bukan melepaskan ayam hidup ke pasar.

    Menanggapi temuan itu, pihak Dharma Jaya menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil pengawasan Satgas Pangan. Manajemen disebut akan langsung berkoordinasi dengan jajaran di lapangan agar harga segera disesuaikan dengan harga acuan yang berlaku. “Kami segera akan menindaklanjuti kepada manajemen untuk menekan harga yang saat ini ada. Per hari ini juga akan kami sampaikan kepada teman-teman di lapangan supaya dapat mengikuti harga yang berlaku saat ini,” kata perwakilan Dharma Jaya.

  • Polda Sulbar Bersama Pemerintah Gelar Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga di Bulan Ramadan

    Polda Sulbar – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar gerakan pangan murah di Kompleks Terminal Pasar Baru Mamuju, Jumat (13/3/26).

    Kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mempermudah akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama di suci bulan Ramadan dan menjalang Idul fitri 1447 H.

    Berbagai kebutuhan pokok seperti beras dari Bulog, tepung, gula, rempah-rempah dan minyak goreng ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar umum. Kegiatan ini juga menyelaraskan dengan Zoom Gerakan Pangan Murah Polri yang dipimpin langsung Kapolri secara serentak.

    Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan bahwa gerakan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.

    “Harapannya kegiatan ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi berkah serta membantu menjaga stabilitas harga pangan khususnya di bulan Ramadan,” tutur Kapolda di sela-sela kegiatan pangan murah.

    Kapolda juga berharap kegiatan tidak hanya berlangsung sekali saja. “Diharapkan dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya sehingga hubungan antara pemerintah, Polri, dan masyarakat semakin baik,” tambahnya.

    Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala Bulog Cabang Mamuju, perwakilan Badan Pangan Nasional, Kasrem 142 Tatag, Palaksa Lanal Mamuju, Sekretaris Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Sekretaris Bidang Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, serta seluruh pejabat utama Polda Sulbar.

    Acara juga diisi dengan dialog bersama untuk membahas upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

    Sementara itu, gerakan pangan murah serentak ini langsung diserbu berbagai kalangan masyarakat. Salah seorang pembeli menyampaikan rasa terima kasih, “Terima kasih untuk Polri dan pemerintah yang telah menggelar kegiatan ini sehingga keuangan kami bisa lebih terkontrol, semoga kedepan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut untuk membantu masyarakat lebih luas.”

  • Rekor Tertinggi Stok Beras Nasional Sejak Merdeka, Bulog dan Polri Jamin Stabilitas Pangan Hingga Akhir 2026

    JAKARTA – Sejarah baru tercipta di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026), Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.

    Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.

    “Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

    Dukungan Polri ini dinilai krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa distorsi pasar.

    Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

    Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.

    Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari inisiatif strategis yang telah dimulai sejak tahun 2025. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

    Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target penyaluran beras SPHP. Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton, atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.

    Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. Pada tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP, yang mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog.

    Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Pada hari ini, jajaran Polri juga menyelenggarakan bazar dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda se-Indonesia.

    Kegiatan nasional tersebut diikuti oleh 3.423 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda dan tamu undangan secara daring melalui platform Zoom. Sementara secara langsung, kegiatan ini dihadiri oleh 295.088 masyarakat yang menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.

    Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda di seluruh Indonesia menyalurkan total 1.337.375 kilogram beras atau setara dengan 1.337 ton kepada masyarakat pada hari pelaksanaan kegiatan.

    Kerja sama masif antara Polri, TNI, dan Bulog ini menjadi langkah nyata negara dalam meredam potensi inflasi pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dengan pengawalan Polri di jalur distribusi dan cadangan pangan Bulog yang berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi yang kuat.

    Melalui program ini, negara hadir secara konkret di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, harga terjangkau, serta pasokan yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan nasional.

  • Polri Gelar Bakti Kesehatan dan Pangan Murah Serentak, Sentuh Ojol hingga Buruh Menjelang Idulfitri

    JAKARTA – Menjelang Idulfitri 1447 H/2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Metro Jaya menggelar Bakti Kesehatan bagi masyarakat menengah ke bawah yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan yang berlangsung di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026) ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat, mulai dari pengemudi ojek online, buruh, warga sekitar, hingga berbagai unsur potensi masyarakat.

    Program bakti kesehatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Warga yang hadir mendapatkan berbagai layanan kesehatan gratis sekaligus kesempatan memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

    Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa Polri ingin hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan.

    “Selain gerakan pangan murah, kita juga menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan. Kita akan melayani semua kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pangan maupun kesehatan,” ujar Wakapolri saat menyapa masyarakat di lokasi kegiatan.

    Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani turut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Polri dan Bulog dalam membantu masyarakat.

    “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk stimulus sosial yang memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

    C. Bakti Kesehatan (Wilayah Jakarta)

    Sasaran penerima manfaat kegiatan ini di wilayah Jakarta berjumlah 3.000 orang, yang terdiri atas 450 buruh, 650 pengemudi ojek online, serta 1.900 orang dari unsur potensi masyarakat, antara lain Banser, Kokam, Pokdar Kamtibmas, Linmas, Ormas FBR, Ormas GRIB, serta petugas PPSU. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan keberpihakan Polri kepada kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi sekaligus memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di lingkungan masing-masing.

    Sebagai bagian dari pelayanan yang komprehensif, Polri menurunkan tenaga medis dan kesehatan untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini, 10 dokter umum, 1 dokter spesialis penyakit dalam, serta 30 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan analis laboratorium diterjunkan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

    Masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan umum, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan mata yang disertai pembagian kacamata baca, serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat. Seluruh layanan tersebut juga didukung oleh fasilitas farmasi atau apotek dengan ketersediaan obat sesuai indikasi medis, sehingga kebutuhan kesehatan masyarakat dapat terlayani secara menyeluruh.

    Sebagai bagian dari layanan pemeriksaan mata, sebanyak 400 kacamata baca juga dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk menunjang pelayanan kesehatan tersebut, Polri turut menyiagakan 7 unit ambulans guna memastikan kesiapsiagaan layanan medis selama kegiatan berlangsung.

    Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah hasil sinergi Polri dengan Perum Bulog, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

    Kehadiran personel Polri yang sigap melayani warga, mulai dari proses pemeriksaan kesehatan hingga membantu masyarakat membawa pulang paket pangan murah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

    Pendekatan humanis ini menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pelayan masyarakat yang memahami kebutuhan rakyatnya, khususnya pada momentum penting menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak hingga ke tingkat Polres, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan kesehatan yang terjaga serta kebutuhan pokok yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan lebih tenang, sehat, dan penuh kebahagiaan.

  • Polri dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak, Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan nasional berada di wilayah Polda Metro Jaya.

    Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Polri bersama pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

    “Pada pagi hari ini, Polri bersama Direktur Utama Bulog dan kementerian terkait melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di 36 Polda dan sekitar 500 Polres,” ujar Wakapolri kepada awak media, Jumat (13/3/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Polri menyalurkan sekitar 1.337.375 kilogram atau sekitar 1.337 ton beras kepada masyarakat di berbagai daerah. Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, tepung, serta kebutuhan pokok penting lainnya.

    Menurutnya, program ini juga bertujuan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

    “Perlu kami informasikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Artinya masyarakat tidak perlu panik, karena ketersediaan stok pangan nasional masih sangat mencukupi,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 Polri mendapatkan kuota sekitar 80.000 ton beras dari Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program distribusi pangan.

    “Kami akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan pangan kepada masyarakat. Kami menjamin bahwa ketersediaan pangan cukup dan stabilitas harga tetap terjaga sehingga semuanya dapat terjangkau oleh masyarakat,” lanjutnya.

    Di wilayah Polda Metro Jaya, kegiatan ini menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat yang terdiri dari buruh, pengemudi ojek daring, masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur keamanan lingkungan seperti Linmas dan Pokdar Kamtibmas.

    Selain penyaluran bahan pangan, Polri juga menyelenggarakan bakti kesehatan yang memberikan layanan kepada sekitar 3.000 masyarakat.

    Wakapolri menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilaksanakan menjelang Idul Fitri, namun akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga akhir tahun 2026.

    “Program ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tetapi akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan hingga Desember 2026,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Bulog dan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

    “Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran Polri yang luar biasa dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan pada tahun 2025 dan kembali digelar tahun ini sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang Idul Fitri.

    Menurutnya, kegiatan ini juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan kementerian terkait, guna mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.

    “Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat,” ujarnya.

    Dirut Bulog juga memastikan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.

    “Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” ungkapnya.

    Ia memperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun ini, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.

    Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun 2026 serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.