Penulis: humasresjaksel@gmail.com

  • Polri Hadir Ciptakan Situasi Kondusif di Tengah Keramaian Warga Berburu Takjil di Pasar Santa

    Jakarta Selatan – Pada hari Rabu, 05 Maret 2026, pukul 17.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka mengantisipasi kepadatan masyarakat yang berburu takjil di kawasan Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kegiatan dilaksanakan di Jl. Cipaku I, Pasar Santa, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menjadi salah satu titik keramaian warga menjelang waktu berbuka puasa.

    Pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas melibatkan personel gabungan, terdiri dari:

    • Sat Samapta (2 personel) dipimpin Aipda Danu Fajar,
    • Personel Polsek Metro Kebayoran Baru (4 personel) dipimpin Aiptu Handoko Mulyo,
    • Sat Lantas Jakarta Selatan (4 personel),
    • Dit Samapta PMJ (2 personel) dipimpin Bripda Nugra.
    •  

    Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi patroli mobile dan strong point di sekitar lokasi pasar tumpah (Pasar Ramadan), pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan, serta pemberian imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar selalu menjaga barang bawaan guna mencegah tindak kejahatan.

    Petugas juga mengingatkan masyarakat apabila terjadi kejadian menonjol atau membutuhkan kehadiran Polri agar segera menghubungi Call Center 110 (bebas pulsa) atau langsung menghubungi Polsek Metro Kebayoran Baru.

    Dengan kehadiran personel Polri di tengah aktivitas masyarakat, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan berjalan lancar serta mendapat respons positif dari warga yang beraktivitas di kawasan Pasar Santa.

    Demikian laporan pelaksanaan kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka mengantisipasi kepadatan masyarakat di wilayah hukum Polsek Metro Kebayoran Baru.

  • Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Polsek Pancoran Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

    Jakarta Selatan – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Polsek Pancoran menggelar kegiatan doa bersama, pembacaan surat Yasin, serta santunan kepada anak yatim pada Kamis (05/03/2026) sore.

    Kegiatan yang berlangsung khidmat di Lobby Mapolsek Pancoran, Jl. Warung Jati Raya No. 124, Kelurahan Kalibata ini, dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, S.E.

    Acara diawali pada pukul 16.00 WIB dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin dan Tahlil yang dipandu oleh Ustad Firdaus Salim. Sebanyak 20 anak yatim hadir dalam kegiatan tersebut untuk menerima santunan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sesama.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kasih sayang dan kebersamaan umat Muslim, terutama di bulan yang penuh berkah.

    “Terima kasih kepada rekan-rekan anggota atas kehadirannya. Acara ini adalah bentuk nyata kebersamaan kita sebagai umat Muslim yang peduli terhadap sesama. Di bulan suci Ramadan ini, semoga kegiatan ini menambah ikatan tali silaturahmi di keluarga besar Polsek Pancoran,” ujar Kompol Mansur.

    Lebih lanjut, Kapolsek menekankan bahwa tujuan utama dari doa bersama ini adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT agar wilayah hukum Polsek Pancoran selalu dalam keadaan aman dan kondusif.

    “Yang paling utama, kita berdoa agar wilayah hukum Polsek Pancoran senantiasa diberikan situasi yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Samapta  Iptu Nurkholis, Kanit Binmas  Akp Iwan Ridwanullah, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) dan personel Polsek Pancoran lainnya.

    Kegiatan berakhir pada pukul 17.00 WIB dengan situasi yang berjalan lancar dan penuh keberkahan. Agenda rutin ini diharapkan dapat memberikan hidayah serta mempererat persaudaraan antaranggota Polri dan masyarakat sekitar.

  • Bareskrim Polri Eksekusi Aset Judi Online Rp58 Miliar, Diserahkan ke Negara

    Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melaksanakan eksekusi terhadap harta kekayaan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari aktivitas perjudian online sebagai implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2013 tentang tata cara penyelesaian permohonan penanganan harta kekayaan dalam perkara TPPU.

    Ia menjelaskan bahwa Direktorat Siber Bareskrim Polri juga melaksanakan penyerahan hasil objek eksekusi terhadap harta yang dirampas untuk negara sebagai bentuk implementasi nyata dari regulasi tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian penting dalam penanganan aset hasil kejahatan yang berasal dari aktivitas perjudian online.

    Lebih lanjut, Himawan menegaskan bahwa eksekusi aset tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari Laporan Hasil Analisis (LHA) yang diberikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan kepada Direktorat Siber Bareskrim Polri. Pelaksanaan eksekusi atas putusan pengadilan ini juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam optimalisasi pemulihan aset (asset recovery) dari tindak pidana.

    “Kami menyadari bahwa tindak pidana perjudian online telah menimbulkan kerugian yang signifikan terhadap tatanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, penerapan PERMA Nomor 1 Tahun 2013 dalam penanganan harta kekayaan yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang, khususnya yang bersumber dari perjudian online, merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang tidak hanya berhenti pada pemidanaan pelaku, tetapi juga dilanjutkan dengan perampasan aset hasil kejahatan untuk negara,” ujar DirSiber Bareskrim Polri

    Dalam kesempatan tersebut, hasil objek eksekusi diserahkan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia sebagai representasi pemerintah untuk selanjutnya disetorkan sebagai penerimaan negara. Penyerahan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban atas tindak lanjut LHA dari PPATK sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

    Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 16 laporan polisi yang berasal dari 20 LHA telah selesai hingga tahap putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dari perkara tersebut, total nilai aset yang diserahkan kepada negara melalui Kejaksaan Agung mencapai Rp58.183.165.803 yang berasal dari 133 rekening.

    Himawan menambahkan, upaya penindakan yang dilakukan tidak hanya menyasar penyelenggara maupun operator perjudian online, tetapi juga menargetkan transaksi keuangan operasional melalui penerapan tindak pidana pencucian uang guna memutus aliran dana dan menghentikan operasional kegiatan perjudian online.

    Di akhir keterangannya, ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pengungkapan kasus tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pihak perbankan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan informasi dalam penanganan kasus perjudian online ini,” pungkasnya.

  • Kapolri Apresiasi Progam Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Jabar: Jawab Harapan Masyarakat Terhadap Polri

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan dan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih terkait program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) buat masyarakat Jawa Barat.

    Hal ini disampaikan Kapolri dalam acara silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

    “Terima kasih pak Gubernur, pak Kapolda, Pangdam yang terus bersinergi membuat program yang tentunya menyentuh masyarakat kelas bawah yang membutuhkan,” kata Sigit.

    Menurut Sigit, program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun menyebut program ini menjawab harapan masyarakat terhadap institusi Polri.

    “Polri harus bisa melaksanakan dan mendengar apa yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat sehingga kemudian makin hari institusi Polri bisa melaksanakan tugas sesuai dengan harapan dan apa yang diinginkan masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.

    Pada program di Jawa Barat, tercatat ada 168 pembangunan rumah tidak layak huni. Rinciannya 67 telah selesai pembangunan dan 101 masih dalam proses pembangunan.

    Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini meminta masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Apalagi situasi global yang tak pasti dan eskalasi di timur tengah yang meningkat.

    “Situasi yang sedang kita hadapi dampak global yang kita hadapi tentunya ini butuhkan kebersamaan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,” katanya.

    Lebih lanjut, Sigit menuturkan, apapun kondisi global yang dihadapi Indonesia, pemerintah tetap melaksanakan amanatnya untuk mendukung mendorong terjadinya pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakatnya. Semua itu, katanya, bisa dilalui apabila bersatu.

    “Tentunya apa yang menjadi program terkait masalah ketahanan pangan, program ketahanan energi tentunya jugaharus kita kawal. Karena ini sebagai bagian dari upaya kita untuk hadapi dinamika global yang ada,” katanya.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Patroli Dialogis di Perumahan Tebet Mas Indah, Perkuat Antisipasi Kamtibmas Selama Ramadhan

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, personel Unit Samapta Polsek Tebet Polres Metro Jakarta Selatan melaksanakan patroli mobile sekaligus patroli dialogis di Perumahan Tebet Mas Indah, Jalan Tebet Barat Raya, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, pada Rabu (04/03/2026) pukul 12.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Yoyo Waluyo bersama Briptu Ari Setyadi S dengan menyambangi petugas keamanan (security) perumahan serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar. Dalam patroli dialogis tersebut, personel menyampaikan imbauan kamtibmas guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan seperti curat, curas, dan curanmor (3C), serta mencegah terjadinya gesekan atau konflik antarwarga yang dapat mengganggu kondusifitas lingkungan.

    Petugas juga mengajak security dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, serta aktif melakukan pemantauan lingkungan secara bersama-sama. Sinergi antara kepolisian dan unsur keamanan lingkungan dinilai penting dalam menciptakan rasa aman selama bulan Ramadhan.

    Selain itu, personel turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 bebas pulsa yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila membutuhkan kehadiran atau bantuan personel kepolisian secara cepat.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Perumahan Tebet Mas Indah terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

  • Bhabinkamtibmas Petukangan Selatan Dampingi Pengecekan Toko, Cegah Peredaran Obat Keras Ilegal

    Jakarta Selatan – Bhabinkamtibmas Kelurahan Petukangan Selatan, Polsek Pesanggrahan, Aiptu Dasep Hidayat, melaksanakan kegiatan pendampingan dan pengecekan terhadap Toko Berkah Celuller di Jalan Damai RT 005/05, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

    Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi dari warga masyarakat terkait dugaan penjualan obat-obatan keras daftar G yang pembelinya didominasi kalangan remaja. Dalam pelaksanaannya, Aiptu Dasep Hidayat bersinergi bersama Lurah Petukangan Selatan Ibu Thia Mutiara, unsur kelurahan, Satpol PP, Puskesmas, LMK, serta Ketua RT setempat.

    Pengecekan dilakukan secara persuasif dan humanis. Dari hasil pemeriksaan, pemilik toko berinisial R.R. mengakui menjual obat keras daftar G tanpa izin resmi. Petugas menemukan sejumlah obat, di antaranya Excemer sebanyak 175 butir dan Tramadol sebanyak 30 butir, yang seharusnya hanya dapat diperoleh melalui apotek dengan resep dokter.

    Atas temuan tersebut, barang bukti obat-obatan langsung dimusnahkan di lokasi, dan pemilik toko diberikan pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan untuk tidak kembali menjual obat keras tanpa izin, yang diketahui oleh Ketua RT/RW setempat.

    Aiptu Dasep Hidayat menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan obat-obatan di kalangan remaja.

    “Sebagai Bhabinkamtibmas, kami berkewajiban menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat. Peredaran obat keras tanpa izin sangat berbahaya, khususnya bagi generasi muda. Kami akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar wilayah Petukangan Selatan tetap aman dan terbebas dari penyalahgunaan obat,” ujar Aiptu Dasep Hidayat.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Dengan sinergi antara kepolisian dan warga, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Petukangan Selatan tetap aman dan kondusif.

  • Polsek Pesanggrahan Gelar Patroli Strong Point di Pos Pantau Ramadan, Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Tawuran

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan, Polsek Pesanggrahan melaksanakan patroli strong point di Pos Pantau Ramadan yang berlokasi di Jalan Anggrek, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

    Patroli tersebut difokuskan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, aksi tawuran remaja, balap liar, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya yang rawan terjadi pada malam hingga dini hari selama Ramadan. Personel ditempatkan di titik strategis guna melakukan pemantauan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah maupun aktivitas malam hari.

    Dalam pelaksanaannya, petugas juga melakukan patroli dialogis dan memberikan imbauan kepada masyarakat serta para remaja agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

    Kapolsek Pesanggrahan Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA, menyampaikan bahwa kehadiran personel di Pos Pantau Ramadan merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah.

    “Kami meningkatkan patroli strong point di titik-titik rawan selama bulan Ramadan, khususnya pada jam-jam rawan. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu mencegah aksi kejahatan jalanan, tawuran, serta gangguan kamtibmas lainnya sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

    Polsek Pesanggrahan juga mengajak peran serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan hal yang mencurigakan.

    Dengan dilaksanakannya patroli secara rutin di Pos Pantau Ramadan, diharapkan wilayah Pesanggrahan tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang bulan suci Ramadan.

  • Gastrodiplomasi Indonesia Semakin Dikenal Masyarakat Internasional

    Jakarta — Perjalanan buku Rasa Bhayangkara Nusantara terus menorehkan jejak penting di berbagai belahan dunia. Setelah hadir di London, diperkenalkan dalam forum World Economic Forum di Davos, menjangkau Washington D.C., hingga Jeddah, kini buku tersebut resmi hadir di Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.

    Kehadiran buku Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program di lingkungan Kedutaan Besar Jepang menjadi penanda bahwa diplomasi budaya Indonesia semakin luas gaungnya di kawasan Asia Timur. Buku ini dibawa langsung oleh Wakapolri Dedi Prasetyo, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dalam rangka kegiatan Buka Puasa Bersama Ikatan Sakura Indonesia (ISI) dan Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Rabu (4/3/2026), di Jakarta.

    Momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia–Jepang, khususnya dalam kerja sama reformasi kepolisian melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), yang sejak era reformasi telah mendukung peningkatan kapasitas, profesionalisme, serta penguatan pendekatan kepolisian berbasis masyarakat di lingkungan Polri.

    Jejak Global yang Terus Meluas

    Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menyampaikan narasi kebijakan melalui pendekatan budaya.

    Di London, buku ini diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Inggris sebagai simbol penguatan diplomasi kultural di Eropa.
    Di Davos, buku tersebut hadir dalam forum World Economic Forum, memperkenalkan pendekatan unik Indonesia yang memadukan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi komunikatif.
    Di Washington D.C., buku ini menjadi bagian dari rangkaian diplomasi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat.
    Di Jeddah, buku diserahkan kepada perwakilan RI sebagai penguatan diplomasi Indonesia di Timur Tengah.
    Dan kini, di Kedutaan Besar Jepang, buku tersebut resmi menjadi bagian dari jejaring diplomasi Indonesia di Asia Timur.

    Setiap persinggahan bukan sekadar seremoni, melainkan perluasan pesan Indonesia kepada masyarakat internasional bahwa pembangunan sumber daya manusia, ketahanan pangan, dan penguatan identitas budaya dapat berjalan beriringan.

    Buku ini ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dan Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc., Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.

    Dirgayuza menegaskan bahwa sejak awal buku ini dirancang sebagai instrumen diplomasi negara.

    “Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami tulis sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia. Melalui pendekatan budaya yang universal, masyarakat internasional dapat memahami bagaimana Indonesia menjalankan Program Makan Bergizi Gratis dengan kekuatan kearifan lokal dan keberagaman pangan nasional,” ujar Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc.

    Ia menambahkan bahwa diplomasi modern membutuhkan narasi yang inklusif, mudah dipahami, dan menyentuh sisi kemanusiaan lintas bangsa.

    Sementara itu, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan bahwa buku yang ditulis bersama tersebut merupakan wujud sinergi antara kebijakan, budaya, dan kontribusi institusi negara dalam mendukung program prioritas nasional.

    “Buku ini kami tulis bersama sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkenalkan wajah Indonesia yang humanis, kuat secara budaya, dan progresif dalam kebijakan. Kehadirannya di berbagai pusat dunia menunjukkan bahwa gastrodiplomasi Indonesia mampu menjadi bagian penting dan selaras dengan diplomasi bangsa,” tegas Wakapolri.

    Gastrodiplomasi sebagai Wajah Diplomasi Bangsa

    Rasa Bhayangkara Nusantara tidak hanya memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga membawa pesan besar tentang implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri sebagai salah satu prioritas nasional.

    Kini, dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, hingga Jepang, Rasa Bhayangkara Nusantara terus bergerak melintasi batas geografis dan diplomatik, membawa pesan Indonesia kepada dunia: bahwa kebijakan strategis dapat dikomunikasikan melalui budaya, bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, serta bahwa gastrodiplomasi menjadi bagian integral dan selaras dengan diplomasi bangsa.

    Informasi ini penting untuk segera diketahui masyarakat, karena menjadi bukti bahwa karya anak bangsa dan semangat Bhayangkara Nusantara telah melampaui batas negara, memperkuat posisi Indonesia di panggung global melalui pendekatan yang inklusif, komunikatif, dan berdaya saing internasional.

  • Kapolri Paparkan Upaya Presiden Prabowo Selesaikan Konflik Global

    JABAR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan pelbagai upaya kuat Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan konflik global yang sedang terjadi.

    Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam acara Silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, pada Rabu (4/3/2026).

    Sigit mulanya menyinggung situasi global yang sedang tidak baik-baik saja pasca-peningkatan eskalasi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia berharap ketegangan yang sedang terjadi saat ini dapat segera terselesaikan.

    Kemudian, Sigit menyinggung upaya Pemerintah khususnya Presiden Prabowo Subianto dalam melaksanakan politik bebas aktif sebagai negara nonblok untuk menciptakan perdamaian.

    “Tentunya kita ingin situasi global yang ada ini bisa segera selesai dan Pemerintah tentunya saat ini terus berjuang untuk ikut aktif segera menyelesaikan konflik-konflik yang ada sehingga kemudian perdamaian juga bisa muncul,” kata Sigit.

    “Bapak Presiden setiap hari selalu berdiskusi dengan beberapa negara baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah untuk membahas bagaimana agar eskalasi global yang memanas ini bisa segera terkendali,” tambah Sigit menekankan.

    Selain itu, Sigit mengatakan Presiden Prabowo juga terus melakukan konsolidasi dan menerima masukan dari pelbagai pihak terkait situasi yang terjadi dewasa ini dan upaya mitigasinya.

    Oleh karenanya, ia meminta agar seluruh pihak dapat saling bahu-membahu mendukung program Pemerintah khususnya terkait ketahanan pangan dan energi di tengah situasi global yang memanas.

    “Di satu sisi kita menghadapi eskalasi dan dampaknya yang tentunya apabila ini tidak kita kelola dengan baik dampaknya terhadap ekonomi pasti terasa dan apabila tidak bisa dijaga pasti akan mengarah ke situasi ataupun masalah sosial,” tutup Sigit.

  • Sepanjang Februari 2026, Polda Sumbar Gagalkan Peredaran 6,4 Kg Sabu, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

    Sumatera Barat —Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Barat berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 6,4 kilogram sepanjang Februari 2026. Pengungkapan tersebut dinilai telah menyelamatkan puluhan ribu masyarakat dari potensi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa.

    Dalam kurun waktu satu bulan, Ditresnarkoba mengungkap tiga kasus menonjol dengan total barang bukti mencapai 6,49 kilogram sabu dan mengamankan lima orang tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.

    Wakapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen nyata Polda Sumbar dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Sumatera Barat.

    “Pengungkapan ini bukan sekadar angka. Dari total 6,4 kilogram sabu yang berhasil diamankan, kami memperkirakan puluhan ribu jiwa dapat terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Ini adalah bentuk keseriusan kami melindungi generasi muda dan masyarakat Sumatera Barat,” tegas Brigjen Pol. Solihin.

    Ia juga menekankan bahwa Sumatera Barat tidak boleh dijadikan sebagai wilayah pendistribusian narkotika.

    “Kami tegaskan, Sumatera Barat bukan tempat pendistribusian narkoba. Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menjadikan daerah ini sebagai bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika. Sinergi bersama Forkopimda dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga daerah ini tetap bersih dari narkoba,” tambahnya.

    Senada dengan itu, Direktur Reserse Narkotika Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi menerangkan, bahwa Dua dari tiga kasus besar tersebut terjadi di area Terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman.

    “Penangkapan tersebut dilakukan pada tanggal 6 Februari 2026, Petugas mengamankan seorang tersangka inisial “KI” dengan barang bukti 1,51 Kg sabu (12 paket). Selanjutnya pada tanggal 12 Februari 2026, Di lokasi yang sama, petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan 4,96 Kg sabu (20 paket) dari satu orang tersangka lainnya berinisial “KA”. Kemudian pada tanggal 12 Februari 2026 (Malam), penangkapan berlanjut ke Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dengan mengamankan 3 orang tersangka masing-masing berinisial “RH”, “ECZ” dan “YHK” beserta barang bukti sabu seberat 23,71 gram,” katanya.

    Menindaklanjuti hasil sitaan tersebut, Ditresnarkoba Polda Sumbar telah menerima penetapkan status pemusnahan untuk barang bukti sabu seberat 6.428 Gram (6,42 Kg) tersebut.

    “Langkah ini merupakan bentuk transparansi dan kepatuhan hukum dalam penanganan barang bukti sitaan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tambah Kombes Wedy Mahadi.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat dan koordinasi lintas sektor.

    “Polda Sumbar mengapresiasi dukungan masyarakat serta soliditas Forkopimda dalam upaya pemberantasan narkoba. Kami mengimbau masyarakat untuk terus proaktif memberikan informasi apabila mengetahui aktivitas mencurigakan. Kerja sama ini sangat penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Sumatera Barat,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

    Polda Sumatera Barat menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan, penindakan, serta langkah preventif guna memastikan wilayah Sumatera Barat terbebas dari ancaman peredaran gelap narkotika.

    1. JUDUL :

    Perangi Narkoba hingga ke Akar, Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan Pengawasan Berbasis Nagari

    PADANG,TBNEWSSUMBAR – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memberantas peredaran narkoba secara masif dan terstruktur. Hal ini disampaikan Mahyeldi dalam konferensi pers yang digelar oleh Ditresnarkoba di halaman Apel Polda Sumbar, pada Selasa (3/3/26), menyikapi temuan kasus narkoba yang terus berkembang di wilayah Sumatera Barat.

    Gubernur Mahyeldi menyoroti bahwa Sumatera Barat kini bukan lagi sekadar tempat perlintasan atau tujuan konsumsi, melainkan telah ditemukan indikasi adanya aktivitas produksi.

    “Ini membuktikan bahwasanya kita bukan hanya tempat pertunjukan (peredaran), sudah ada untuk produksi. Maka dari itu, kita harus bersinergi dan terkoordinasi,” tegas Mahyeldi di hadapan awak media.

    Dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba, Mahyeldi mendorong penguatan pengawasan di tingkat paling bawah, yakni Nagari. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan perangkat Nagari sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini peredaran barang haram tersebut.

    Gubernur menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar telah berupaya melakukan langkah formal dengan mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri untuk menggerakkan unsur-unsur di tingkat Nagari secara lebih efektif melalui regulasi yang jelas.

    “Pengawasan harus merakyat. Itulah mengapa kita mengirimkan surat ke Kemendagri agar aktivitas di tingkat Nagari bisa kita maksimalkan. Kita juga mendorong program ‘Bersinar’ (Bersih Narkoba) dari BNN untuk bergerak dari grassroots (akar rumput),” tambahnya.

    Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan bahwa ancaman narkoba sangat nyata terhadap masa depan bangsa. Jika peredaran ini tidak segera diputus, target Indonesia dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 akan terancam sirna.

    “Jika ini tidak tersingkap, generasi emas yang kita harapkan tahun 2045 akan digilas habis. Seluruh pihak, mulai dari tingkat provinsi hingga kota, harus merasakan kegentingan ini,” ujar Mahyeldi dengan nada serius.

    Menutup pernyataannya, Gubernur mengapresiasi kerja sama yang solid antara Polda Sumbar, BNN, LKAAM, serta instansi vertikal lainnya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungan mereka.

    “Mari kita berkolaborasi dan bersinergi untuk membersihkan Sumatera Barat dari narkoba. Dengan kekuatan bersama, kita tekan peredaran, penggunaan, hingga produksinya,” tegasnya.

    Senada dengan itu, Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wedy Mahadi mengatakan bahwa pernyataan Bapak Gubernur adalah pengingat bagi kami bahwa tantangan ke depan semakin berat karena adanya indikasi aktivitas produksi.

    “Ditresnarkoba Polda Sumbar siap mengawal instruksi ini dengan memperkuat sinergi hingga ke tingkat Nagari. Kami tidak hanya akan memutus rantai peredaran, tapi juga berkomitmen memberantas titik-titik produksi narkoba di wilayah ini demi menyelamatkan Generasi Emas 2045,” ujar Kombes Wedy.